Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Kualitas Udara
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap
Kualitas Udara
Pada awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan sebuah wabah yang menyerang di seluruh dunia yaitu wabah Virus Corona yang muncul pertama kali di kota Wuhan (China) hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. Virus ini memiliki dampak terhadap saluran pernapasan dan komplikasi dengan penyakit lainnya menyebabkan WHO (World Health Organization) menetapkan Covid-19 menjadi penyakit yang berbahaya.
Banyak negara yang menerapkan sistem lockdown atau social distancing untuk mencegah penularan virus ini dan mengakibatkan aktivitas manusia terbatas. Di Indonesia menerapkan kebijakan yang diesbut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan pembatasan yang kedua yaitu PPKM (Pemberlakuan Pemberantasan Kegiatan Masyarakat). Pandemi ini memengaruhi kualitas udara yang sangat baik karena pembatasan tersebut banyak perusahaan industri, jejaring transportasi dan perusahaan tutup sehingga jumlah emisi karbon udara menurun dan membaik.
Pada akhir tahun 2019 WMO (World Meteorological Organization) menyatakan bahwa bumi telah berada dalm kondisi terpanas sepanjang sejarah. Hal ini diperkirakan akibat gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama adanya pemanasan global.
Pada 2019 Indonesia mengalami bencana kebakaran hutan yang cukup besar ,dari hasil analisis Greenpeace 3.403.000 ha lahan terbakar antara tahun 2015 sampai 2018. Hal tersebut menjadikan Indonesia dalam kategori buruk. Polusi udara sering menjadi permasalahan terutama di kota-kota besar,penyebabnya adalah penggunaan kendaraan pribadi dan industri.
Sisi positif adanya pandemi pada lingkungan global hendaknya diiringi kebijakan berupa mitgasi,adaptasi, serta penanganan sampah yang dilakukan menyeluruh dari sumber sampah hingga pembuangan akhir dan penambahan sarana dan prasarana pengelolaan limbah medis.
Demikian juga dengan penegakan hukum yang perlu dijalankan untuk meminimalisasi perusakan atau pembakaran hutan, misalnya pengurangan sampah plastik dan penggunaan energi karbon yang lebih bijak,termasuk beralih ke alat transportasi umum untuk mengurangi emisi.